Siapakah dr. Tirta Mandira Hudhi, Dokter yang Sindir Influencer Untuk Sumbang Corona

Siapakah dr. Tirta Mandira Hudhi, Dokter yang Sindir Influencer Untuk Sumbang Corona



Pandemi virus korona masih menghantui masyarakat Indonesia. Jumlah pasien korona positif terus meningkat sejalan dengan tes cepat pemerintah. Banyaknya kasus virus korona, membuat semua tenaga medis harus bekerja keras untuk mengatasinya.
Salah satunya juga dilakukan oleh Dr. Tirta. Seorang dokter muda yang secara sukarela menghadapi virus korona di Indonesia. Tidak ada yang curiga, sebelum Dr. Tirta mengalami kekosongan sementara dari dunia kesehatan.
Peluncuran dari akun YouTube Deddy Corbuzier, mengikuti profil Dr. Tirta Mandira Hudhi.
Pria yang bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi adalah lulusan Fakultas Kedokteran di Universitas Gadjah Mada. Tirta telah belajar di Fakultas Kedokteran sejak 2009 dan lulus pada 2013. Tirta Mandira Hudhi dibesarkan di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah.
Ditawari beasiswa S2
Tidak banyak yang tahu, Dr. Tirta Mandira Hudhi pernah ditawari untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat Master di Belanda dan Jerman. Namun, tawaran dari Profesor Iwan harus ditolak.
"Karena Prof. Iwan, ketika saya menyelesaikan gelar sarjana, dia ingin memberikan beasiswa kepada Belanda dan Jerman melalui Dokter Jarir, saya menolak karena pada saat itu saya ingin pergi ke ruang gawat darurat, tidak siap untuk pergi ke luar negeri untuk S2 , "kata Tirta dalam video youtube Deddy Corbuzier.
Memiliki Layanan di Rumah Sakit dan Pusat Kesehatan UGM
Dalam videonya dengan Deddy Corbuzier, pria kelahiran Surakarta, 30 Juli 1991 ini mengaku pernah bertugas di Pusat Kesehatan Turi dan Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Saat itulah saya memutuskan untuk bekerja di Puskesmas Turi Jakal KM 20 dekat Merapi, dan saya bekerja di Rumah Sakit UGM," kata dokter Tirta.
Mampu Memberi Orang Kerja
Dikatakan sebelumnya, dr. Tirta mengalami kekosongan sementara dari dunia kesehatan. Pria yang lulusan Fakultas Kedokteran ini memilih menekuni usahanya di bidang sepatu cuci. Bahkan, sekarang dia telah berhasil memberikan pekerjaan kepada orang yang membutuhkan. Mulai dari anak jalanan, anak punk, kuli hingga mantan narapidana.
"Laki-laki saya rata-rata enam puluh persen, karyawan dari Sepatu dan Perawatan pada saat itu dari 100, tahanan, putus sekolah, anak jalanan, anak-anak punk, dan orang-orang yang terpinggirkan," kata Dokter Tirta.
Bisnis Cuci Sepatu
Selama kekosongan dalam dunia kesehatan, Dr. Tirta Mandira Hudhi membuka bisnis layanan cuci sepatu. Dengan ketekunan dan kerja kerasnya selama ini, Dr. Tirta sekarang memiliki cabang di berbagai kota besar di Indonesia.
Bisnis layanan pencucian sepatunya bernama & # 39; Shoes and Care & # 39 ;. Tidak tanggung-tanggung, pelanggan dr. Tira juga banyak dari luar negeri.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *